Pejuang Rupiah di Jalanan, Pak Qomar Si Pedagang Asongan


Diusia nya yang sudah tidak muda lagi, bahkan sudah terbilang berumur, Pak Qomar tetap berjualan asongan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari nya dan keluarga.

Disaat banyak orang berumur yang sudah tidak bekerja dan menikmati hidup bersama keluarga, tak sedikit juga orang-orang yang harus tetap bekerja diusia tua nya karena tuntutan hidup yang semakin menekan. Salah satunya adalah Pak Qomar. Pria berusia 53 tahun ini masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari nya dengan berjualan asongan.

Sebagai pedagang asongan, ia sudah berjualan sejak 2000-an awal. Waktu yang cukup lama untuk seorang perantau. Ia berjualan mulai pukul 6 pagi hingga 5 sore atau kadang hingga 6 sore. Ia biasa berjualan di pinggir Jalan Perintis kemerdekaan, di depan Pusat Pendidikan Cikokol Kota Tangerang. Karena ia berujulan di pinggir jalan, ia menjual rokok, kopi, es, dan air minum.

Pak Qomar menuturkan bahwa pendapatan yang ia dapatkan selama berjualan selalu dicukupkan untuk keperluan rumah. Ia memiliki empat orang anak, yang malangnya salah satu dari anaknya baru saja terkena pemutusan hak kerja akibat pandemi. Ia harus mebiayai dua anak terakhirnya yang masih sekolah. “saya ada empat anak, yang satu baru aja kemarin di-PHK, terus juga yang dua masih sekolah. Emang berat sih tapi kan resiko kepala keluarga,” ujarnya Pak Qomar (29/05/2021).

Dengan segala kesulitan yang ia alami, Pak Qomar masih menjadi seorang yang ramah dan murah senyum. Salah satu hal yang sering kali tidak kita lihat dari seorang yang sibuk dengan pekerjaannya. Ia bersyukur atas hidup yang ia miliki dan tetap berusaha menjadi seorang kepala keluarga yang baik.